“Sudah dong jangan nangis lagi.. Maaf tadi
itu ngga sengaja.. Masa cuma karena itu kamu nangis sih .” katamu menenangkanku
. Aku menangis bukan karena bola yang sedang kau mainkan bersama teman-temanmu
itu mendarat di kepalaku, bukan karena itu . Sakit yang kurasakan karena bola
itu memang tidak terlalu sakit, tapi…… sikap dinginmu itulah yang menyakitkanku ..
Aku menyukai mu sudah dari lama, tapi aku tak
berani menyatakan perasaanku karena kamu terlalu jauh untuk aku jangkau . Sakit, sakit rasanya kalau
melihatmu dengan wanita lain . Tapi siapa aku ? siapa aku yang berani
melarangmu dekat dengan wanita lain ? siapa aku ? aku bukanlah siapa-siapa mu .
Aku hanya seorang wanita yang mengagumi mu dari kejauhan tanpa berani datang
menghampirimu . Aku hanya seoarang wanita yang selalu memperhatikan Time Line
twitter mu dan Profile Facebook mu untuk mengetahui setiap kegiatanmu . Dan aku
hanya seorang wanita yang selalu menyayangi mu dari dulu sampai sekarang tanpa
kau tau itu .
Tapi di luar dugaan, kau ternyata sama sekali
bukan tipe cowok yang romantic dan memanjakan pacarnya . Sedangkan aku, aku
tipe cewek yang butuh perhatian dari orang yang di sayangnya. Kau selalu cuek
dengan keadaan di sampingmu . Sikapmu terlalu dingin, terlalu dingin untuk ku .
Bahkan untuk menyakan keadaanku saja kau tak bisa . Setiap handphone ku
bordering aku selalu berharap itu dari kamu. Setiap handphone ku berdering aku
selalu berharap contact yang muncul itu nama mu . Setiap handphone ku berdering
aku selalu berharap ada pesan singkat dari mu . Walau hanya sekedar menanyakan
kabarku saja aku sudah sangat senang .
Apa kau sadar ? Bertemu pun kita jarang
sayang . Kau selalu saja punya alasan jika aku mengajakmu pergi . Seakan kau
itu orang yang paling sibuk di antara orang-orang yang sibuk . Apa sebegitu
sibuknya kau sampai tak ada sedikitpun waktu untukku ? Padahal dalam setiap kesibukanku
aku selalu menyempatkan waktu untukmu . Aku selalu mencoba untuk
mengerti, aku selalu mencoba untuk selalu positive thinking . Aku selalu
berkata “ Iya, ngga apa-apa kok J “ kamu tau
? arti dari kata-kata itu bukanlah kenyataan yang sebenarnya , yang
sesungguhnya itu adalah aku kenapa-napa . Aku cuma pengen kamu “sedikit” peka
dengan perasaan ini . Tapi percuma aku berharap karena pada kenyataannya kamu
memang terlalu dingin .
Kamu punya pulsa, tapi kamu tidak pernah bisa sms
atau menelpon ku . Kamu bisa update status di Facebook, tapi kamu tidak bisa
mengirim obrolan ke dinding facebook ku . Kamu bisa nge-twitt di twitter dan muncul
di TL ku, tapi kamu tidak bisa mention aku . Kau harusnya tau, ada seseorang
yang selalu menunggu untuk mendapatkan kabar darimu . Orang yang selalu cemas
dengan keadaanmu . Orang yang menghawatirkanmu . Tapi apa pernah kau
menghawatirkannya dan ingin tau keadaannya ? apa pernah ? TOLONG LIHAT AKU !
Aku disini dalam status “berpacaran” denganmu, tapi sikap mu seperti acuh tak
acuh padaku . Sebenernya apa perasaanmu padaku ? kau sungguh menyayangi ku atau
hanya ingin memermainkanku ?
AKU MASIH BERTAHAN ! Aku bertahan karena aku
yakin, suatu saat Tuhan akan membukakan mata hatimu untuk mau melihatku .
Melihat orang yang berjuang mempertahankan hubungannya demi orang yang sangat
ia sayang . Kalau aku tidak menyayangimu, kalau aku tidak benar-benar menyukaimu
lalu apa gunanya aku bertahan sampai sejauh dan sesakit ini . Aku bisa saja
pergi dari sini, tapi nyatanya aku tetap bertahan sampai detik ini untuk kamu .
Aku
hanya akan pergi jika memang kamu yang memintaku untuk pergi. Dan jika
saat itu terjadi aku akan berusaha melupakanmu, melupakan semua tentang dirimu
. Sakit memang bertahan seperti ini, tapi
lebih sakit lagi kalau aku harus melepasmu . Selama aku masih kuat
untuk bertahan, aku tidak akan pernah mau melepasmu .
Sakit dari bola itu tidak seberapa dengan
sakit yang ada di hati ini . Sakit dari sikap dingin mu itu . Sakit dari sikap
acuh tak acuh mu itu . Aku tak minta banyak dari mu, aku hanya ingin minta perhatianmu.
Perhatianmu padaku ! Dan yang aku tau, aku tidak akan pernah bisa menjadi orang
yang pertama untukmu . Karena di sisimu masih ada orang-orang yang jauh
lebih penting dariku . Bahkan aku tidak tau apa aku ada di hatimu atau tidak .
Hanya kau dan Tuhan yang tau apa yang ada di dalam hatimu itu . Sedangkan aku,
hanya aku , Tuhan dan air mata yang tau bagaimana perasaan dan hatiku saat ini . Tenang,
aku sudah biasa kamu giniin . Aku sudah biasa kamu abaikan . Aku sudah
biasa dengan sikap dinginmu . Tanpa kamu tau aku sudah biasa mengeluarkan air
mata untukmu . Yang harus kamu tau, aku
disini akan terus bertahan hingga kau sungguh-sungguh melihatku di sampingmu
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar